I Can't Tell ...

Photo AlbumKampung Buah - Dayak MeratusFeb 18, '07 12:17 PM
for everyone
2007.02.09. Kampung Buah - Loksado, Dayak Meratus

Kampung Buah, mereka menyebutnya. Pertama mendengarnya, saya berasumsi ini perkampungan yang banyak buah-buahan. Apakah asumsi tersebut betul?

Mencapai Kampung Buah, dari Pondok Mangku Raksa, Balai Malaris, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, menurut Yan salah seorang pemuda Dayak Meratus yang tinggal di Balai Malaris, membutuhkan waktu 1 jam. Itu perkiraan bagi orang luar. Lha untuk orang dalam sendiri berapa? He he he mereka hanya butuh 15 menit ke sana.

Kampung Buah dicapai dengan berjalan kaki. Jarak tempuh sekitar 1 jam dilakukan dengan mendaki di jalan setapak nan licin karena musim hujan. Derajat ketinggian antara 30 - 45 derajat, dengan kanan kiri pohon buah-buahan, pohon bambu plus pohon karet. Bagi Dayak Meratus, meniti jalan setapak bukan lha hal yang luar biasa. Mereka melakukannya sejak kecil. Sehingga tidak mengherankan di tengah hutan yang relatif gelap karena kerimbunan pepohonan itu, ditemukan anak-anak Dayak Meratus berusia di bawah 10 tahun yang turun atau naik dari dan ke Kampung Buah.

Menurut Pak Aya, Tetua Balai Malaris yang juga mantan Pembakal (Kepala Desa), Kampung Buah adalah suatu area tanaman buah milik adat. Statusnya adalah milik bersama. Siapa saja anggota Balai Malaris diperkenankan untuk memetiknya sesuai kebutuhan, dengan catatan tidak untuk dijual. Khusus untuk kepentingan sendiri. Ini semacam lumbung nutrisi masyarakat.

Hubungi: Pondok Informasi Mangku Raksa, Balai Malaris Dayak Meratus, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Foto-foto berikut adalah catatan perjalanan bersama Ikatan Petani Advokasi (IPA) Kalimantan Selatan, sesaat setelah tiba di Balai Malaris.

AYO SELAMATKAN MERATUS.

DSCN3283.JPG
  
Begini nih Batang Pohon Ulin
  
Dedaunan Pohon Ulin
  
DSCN3286.JPG
  
DSCN3287.JPG
  
DSCN3288.JPG
  
Anggota IPA Kalsel Berburu Buah
  
Kesturi, Namaku
  
Bau Harum Nan Mengundang
  
Warna Kuning Nan Menggoda
  
Rambai, Namaku
  
Kapul, Namaku
  
Butah, Sangat Cukup untuk Membawa Kapul
  
Direktur LK3 Banjarmasin, Promo Kapul
  
Pak Arkam, Anggota IPA Kalsel
  
DSCN3302.JPG
  
DSCN3303.JPG
  
DSCN3304.JPG
  
DSCN3305.JPG
  


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
haleygiri wrote on Feb 18, '07
rambai yg rasanya asem itu ya?
haleygiri wrote on Feb 18, '07
Kebun depan kantor itu juga kebun buah kan ya PakDE? Anak2 YDA boleh mengambil tp gak boleh menjualnya... Pak Kirdi aja yang boleh menjual! *nyengir*
tjakrasm wrote on Feb 18, '07
iiih...

masih ada yang punya kebun buah adat ya bang...
trus...
(ehm...) boleh minta bibitnya kah?
;-)))
riza6315 wrote on Feb 19, '07
rasanya asem
Rambai itu sering terdapat di pinggiran sungai. Rasanya manis kecut, semacam buah Ramania
riza6315 wrote on Feb 19, '07
Anak2 YDA boleh mengambil tp gak boleh menjualnya... Pak Kirdi aja yang boleh menjual! *nyengir*
Waks. Kebiasaan akuisisi. Mengambil tanpa meminta.
riza6315 wrote on Feb 19, '07
boleh minta bibitnya kah?
Boleh aja, syaratnya harus ke sana. Karena harus tanpa perantara. He he he ("semacam promosi")
zenzibar wrote on Feb 25, '07
wiiiiuuuuuuuuuuuuuuw.. mau dunk.... kesturi.. kayaknya enak banget....
ampe ngiler.......
riza6315 wrote on Feb 26, '07
ampe ngiler.......
Makanya ke sono
zenzibar wrote on Mar 17, '07
mau kesana... yg laen ngotot mau naek prahu motor. nggak demokrasi!!!!! yg dikit ngak dianggap!
riza6315 wrote on Mar 19, '07
. nggak demokrasi!!!!! yg dikit ngak dianggap!
yang namanya demokrasi, 1 suara ya kalah ama 10 suara. tapi tetap dapat menu itik khan? sudah nyebur pula.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.