2007.02.09. Kampung Buah - Loksado, Dayak Meratus
Kampung Buah, mereka menyebutnya. Pertama mendengarnya, saya berasumsi ini perkampungan yang banyak buah-buahan. Apakah asumsi tersebut betul?
Mencapai Kampung Buah, dari Pondok Mangku Raksa, Balai Malaris, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, menurut Yan salah seorang pemuda Dayak Meratus yang tinggal di Balai Malaris, membutuhkan waktu 1 jam. Itu perkiraan bagi orang luar. Lha untuk orang dalam sendiri berapa? He he he mereka hanya butuh 15 menit ke sana.
Kampung Buah dicapai dengan berjalan kaki. Jarak tempuh sekitar 1 jam dilakukan dengan mendaki di jalan setapak nan licin karena musim hujan. Derajat ketinggian antara 30 - 45 derajat, dengan kanan kiri pohon buah-buahan, pohon bambu plus pohon karet. Bagi Dayak Meratus, meniti jalan setapak bukan lha hal yang luar biasa. Mereka melakukannya sejak kecil. Sehingga tidak mengherankan di tengah hutan yang relatif gelap karena kerimbunan pepohonan itu, ditemukan anak-anak Dayak Meratus berusia di bawah 10 tahun yang turun atau naik dari dan ke Kampung Buah.
Menurut Pak Aya, Tetua Balai Malaris yang juga mantan Pembakal (Kepala Desa), Kampung Buah adalah suatu area tanaman buah milik adat. Statusnya adalah milik bersama. Siapa saja anggota Balai Malaris diperkenankan untuk memetiknya sesuai kebutuhan, dengan catatan tidak untuk dijual. Khusus untuk kepentingan sendiri. Ini semacam lumbung nutrisi masyarakat.
Hubungi: Pondok Informasi Mangku Raksa, Balai Malaris Dayak Meratus, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Foto-foto berikut adalah catatan perjalanan bersama Ikatan Petani Advokasi (IPA) Kalimantan Selatan, sesaat setelah tiba di Balai Malaris.
AYO SELAMATKAN MERATUS.
Begini nih Batang Pohon Ulin
Anggota IPA Kalsel Berburu Buah
Warna Kuning Nan Menggoda
Butah, Sangat Cukup untuk Membawa Kapul
Direktur LK3 Banjarmasin, Promo Kapul
Pak Arkam, Anggota IPA Kalsel
|