2007.02.09. Kayu Manis - Loksado, Dayak Meratus
Banyak orang yang tak tahu persis asal mula Kayu Manis. Mendengarnya mungkin sering, namun untuk melihat langsung sangat sedikit yang pernah.
Kayu Manis adalah sebutan untuk tumbuhan yang menghasilkan kulit kayu yang terasa manis. Orang awam sering melihatnya dalam bentuk potongan kulit kayu berukuran kecil-kecil yang berwarna coklat, menggelung. Biasanya digunakan untuk bumbu dapur, dan sedikit sekali yang tahu bahwa fungsi lainnya adalah penyedap seduhan minuman kopi.
Menurut salah satu petani Kayu Manis di Balai Malaris, Dayak Meratus, Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Kayu Manis layak dipanen jika berusia 10 tahun. Ketebalan kulitnya sudah mencapai sekitar 1 - 1,5 cm.
Ada dua cara memanen Kayu Manis, pertama ditebang dan yang kedua adalah dengan mengulitinya sebagian demi sebagian. Bayangkan kalo ditebang dan memerlukan waktu 10 tahun untuk bisa dipanen lagi. Hutan Kayu Manis alami jadi rawan menghilang.
Untuk menghasilkan Kayu Manis yang siap jual, petani perlu melakukan beberapa hal. Pertama, setelah Kulit Kayu Manis dipanen, maka dikerok atu dikerik dulu kulit luarnya hingga bersih dan yang terlihat hanya kulit dalamnya saja. Warnanya agak kekuningan layaknya kupasan kulit kayu lainnya.
Kedua, setelah dikerok maka Kulit Kayu Manis akan dijemur di bawah terik matahari. Jika hasilnya sudah bisa patah kering baru dijual.
Hubungi: Pondok Informasi Mangku Raksa, Balai Malaris Dayak Meratus, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Foto-foto berikut adalah catatan perjalanan bersama Ikatan Petani Advokasi (IPA) Kalimantan Selatan, sesaat setelah tiba di Balai Malaris.
AYO SELAMATKAN MERATUS.
|