2007.02.10. Bamboo Rafting - Loksado, Dayak Meratus
Arung jeram, bagi banyak orang, mungkin sudah sering mendengarnya. Namun arung jeram dengan menggunakan rakit bambu, yang disebut juga Lanting bagi orang Banjar/Dayak Meratus, mungkin baru sedikt orang pernah mendengarnya.
Belanting mengarungi jeram-jeram yang ada di salah satu hulu Meratus, sangat menantang. Tantangan pertama adalah tanpa pelampung dan helm pengaman, kedua, jeram-jeram sepanjang lebih dari 3 kilometer jika sampai ke Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Ketiga, siap-siap tersayat bilah bambu, dan keempat so pasti basah.
Bambu bagi Dayak di Pengunungan Meratus, adalah salah satu sumber penghidupan dan sumber konservasi. Mereka meyakini tanaman bambu dapat membantu konservasi sumber-sumber air dengan cara menahan penguapan air.
Local wisdom in ada benarnya. Pertama, satu rumpun bambu yang telah bertumbuh akan mampu melindungi satu kawasan tanah yang cukup luas. Kedua, daun bambu yang jatuh mengering ke tanah, juga akan menutupi tanah. Selain melindungi penguapan air di tanah juga menjadi penyubur tanah setelah berproses melalui composting alamiah.
Di lain pihak, dengan memanen sebanyak 20 batang bambu, yang dirakit menjadi Lanting 2 lapis, akan menghasilkan sekitar (20 x Rp.10.000) - Rp.50.000 (untuk joki Lanting) = Rp.150.000,- yang dapat diperoleh sekitar 2-3 hari.
Jika Anda tertarik melakukan Bamboo Rafting, setidaknya akan menjadikan sumber penghasilan tambahan bagi mereka. Kita tidak perlu sampai ke Kota Kandangan, cukup menjelajahi sungai berjeram sekitar 3 jam sudah lumayan uji nyali bagi kita. Selain kita bisa menikmati panorama Meratus yang masih menawan.
Hubungi: Pondok Informasi Mangku Raksa, Balai Malaris Dayak Meratus, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Foto-foto berikut adalah catatan perjalanan bersama Ikatan Petani Advokasi (IPA) Kalimantan Selatan, sesaat setelah melakukan sharing pengalaman dan team building di Balai Malaris.
AYO SELAMATKAN MERATUS.
|
 | okeh men fotone? knp gak dibuat slide ajah? hmmmm... kapan ya aku ke sana? |
 | Itu aja foto setengah perjalanan. Soalnya, setengah perjalanan permulaan ndak berani make kamera. Takut klelep. He he he ..
By the way, kalo ada niat dan itu ditegaskan. Pasti nyampe juga. Amin. |
 | tigun wrote on Feb 18, '07 Wah...anda mengingatkan kenangan saya bersama teman2, blangsakan ke Kalimantan di tahun akhir 70-an. Pakai perahu panjang atau rakit bambu tsb. Satu di antara perahu kami terbalik, ketika hari sudah mulai gelap. Salah satu yang kami khawatirkan seorang kawan kami yang tidak bisa berenang sama sekali. Beliau adalah seorang maha guru musik. Untung semuanya selamat. |
 | wah, bisa juga yaa arung jeram di kalsel? ;p thanka for sharing, menarik juag... salam kenal - elis |
 | salam kenal, foto petualangannya menyegarkan ingatanku di kec. Kelay dan Segah, Tanjung Redep,Kaltim.Besama Dayak Punan dan Gaai kami membangun Field Famer School., arus jeram mebuat ketinting kami terbalik menyebabkan satu orang kawan tewas..semoga dia mendapat tempat yang layak di sisiNya. |
 | saya kenal dengan Budiman Saragih, tapi beliau PM kegiatan WE di Kalteng, sedangkan saya bergabung dengan Kegiatan WE di Kalimantan Timur, ada beberapa orang kawan dari Jawa, seperti Handoko Widagdo... merupakan pengalaman berharga di Tanjung Redep bersama WE dalam proses pembelajaran petani melalui studi aksi, dan sekolah lapangnya. |
 | Kalau tidak salah ada kawan juga pernah ke Daerah Dayak Meratus yaitu Willian, anak Ambon, melakukan kegiatan Advocasi Petani di sana. pasti kenal dengan dia.. |
 | Willian, anak Ambon,  Lengkapnya Willem Molle, kelahiran Papua turunan Ambon, alumni Unmul. Pernah satu kantor 1999-2003. Dunia kayaknya tidak seluas dulu ya? He he he ... Kalau di WWF, kenal dengan orang ini ndak? http://zainuri.multiply.com |
 | wah...mbesok yen aku muleh jak en mrene yoo..mas..sajak e suuger tenan.. |
 | waw kayak di amazon hehehe |
 | hello mas Reza, boleh saya mendapatkan alamat email mas, atau email yayasan Duta Awam, saya perlu sedikit konsultasi mengenai program pengembangan Agroenterprise Development dan harapan kami ke depan dan menyampai TOR kegiatan kami untuk membangun kerjasama |
 | salam kenal mas, saya dari Jurnal Srinthii di bawah naungan Desantara Foundation. mas punya koleksi foto dayak meratus dan balian-nya tidak ya... |
 | koleksi foto dayak meratus dan balian-nya tidak ya...  Salam kenal. Tentang foto-foto yang dimaksud, ini nih salah satu pakarnya http://koko06.multiply.com/ |
 | Terimakasih infonya pak... |
|
|