Ahmad Tohari, dikenal luas oleh kalangan pemerhati sosial budaya. Namun konon kabarnya, beliau justru lebih dikenal dan dihargai oleh kalangan luar Indonesia. He he he ... Saya mengenal nama Ahmad Tohari, sejak tahun 1980-an, melalui cerita bersambung di Harian Kompas saat itu untuk karya beliau, Ronggeng Dukuh Paruk. Baru sekitar tahun 2003/2004 dapat langsung bertatap muka dengan beliau di Bandar Lampung, saat bersama-sama menjadi peserta Partnership Meeting mitra CRS Indonesia. Beliau juga dikenal sebagai aktivis Interfaith. Nyaris menjadi teman sekamar, sekiranya beliau tidak membawa sekretaris pribadi (laki-laki lho). Pagi ini 28/7/08, saya tergelitik membaca tulisan beliau di Resonansi Harian Republika. Judulnya "Antara Tanda dan Bukti". Rasanya aktual jika dibaca juga teman-teman di sini. Berikut copy paste dari Resonansi Harian Republika. +++++ Koran >> Resonansi 2008-07-28 08:39:00 Antara Tanda dan Bukti Oleh: Ahmad Tohari Beberapa waktu yang lalu, 30-an kiai berkumpul di Pesantren Cigaru, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Mau istighotsah? Bukan. Mau bikin partai terbaru sesudah PKNU? Bukan juga. Nah, ini yang menarik. Mereka berkumpul atas inisiatif anak muda untuk mengawal dan mengkritisi APBD dari sejak rencana hingga realisasinya yang diyakini selalu tidak berpihak pada kaum miskin. Padahal, angka kemiskinan di Cilacap cukup tinggi. Dan, ironisnya kelompok miskin itu punya kontribusi yang cukup berarti pada PAD Cilacap melalui pajak tanah, karcis puskesmas dan rumah sakit, serta parkir sepeda motor. Ketika diminta berbicara di depan para kiai tadi, saya merasa gamang. Bukan hanya karena saya sendiri sama sekali bukan kiai, melainkan juga karena materi yang akan dibicarakan adalah hal yang jarang ditengok oleh para kiai. Mengajak kiai membicarakan dan memikirkan kemiskinan umat, apakah tidak sama dengan mengharapkan burung layang-layang mau berjalan di tanah? Ketika banyak sekali kiai menjadikan umat miskin modal politik untuk meraih kekuasaan, apakah pertemuan di Cigaru itu tidak sama dengan memutar lokomotif KA langsung pada rel yang sama? Untung, ada Kiai Su'ada dari Kriya yang berkenan mendampingi saya. Kiai ini lain. Beliau adalah kiai yang amat peduli dengan masalah ekonomi umat yang saat ini masih jauh terbelakang. Begitulah, dengan kawalan Kiai Su'ada, saya berani bicara. Tapi, bingung memulainya. Untungnya, ada intuisi yang tiba-tiba menggerakkan hati saya. Setelah berbasa-basi, saya bertanya kepada para kiai itu. ''Bapak-bapak kiai, apakah ada perbedaan antara tanda-tanda orang beriman dan bukti-bukti orang beriman?'' Sepi. Para kiai kelihatan berpikir, mungkin karena pertanyaan saya aneh. ''Jelasnya begini,'' lanjut saya. ''Apakah pengamalan rukun Islam ditambah sunah-sunah yang lain, yang banyak itu, merupakan tanda atau bukti orang beriman?'' Heran, pertanyaan ini demikian lama menggantung. Tapi, kemudian, ada seorang yang menjawab. ''Pengamalan rukun Islam merupakan tanda sekaligus bukti orang beriman.'' ''Baik,'' kata saya. ''Mari kita lanjut.'' Kemudian, saya berkata, tanda adalah simbol. Tanda adalah lambang, tanda barulah ayat. Sedangkan, bukti adalah nyata, maknawi, dan konkret. Jadi, bukti iman seseorang adalah sesuatu yang bukan bersifat perlambang, melainkan sesuatu yang membumi dan maknawi. Saya melihat para kiai mengerutkan kening. Kemudian, saya memohon Kiai Su'ada mengulangi sabda Kanjeng Nabi berupa hadis qudsi yang meriwayatkan dialog seorang penghuni neraka dengan Allah sebagai berikut. ''Ya Allah, mengapa Engkau masukkan aku ke dalam neraka?'' ''Karena, kamu tidak menjenguk Saya ketika Saya sakit.'' Kebanyakan kita, apalagi para kiai, sudah tahu tentang isi hadis qudsi itu. Juga, tentang siapa yang dimaksud dengan Saya (Allah) sakit. Tiada lain adalah para tetangga kita yang kurang beruntung karena menderita sakit badani, sakit ekonomi, terpasung hak-hak sipilnya, bahkan menjadi objek kekuasaan para pemimpin mereka. Dan, bila kita tidak menjenguk (membantu, membela, dan berpihak kepada) mereka, jelas neraka menunggu kita. ''Mari, bapak-bapak kiai,'' sambung saya sambil menoleh kepada Kiai Su'ada untuk mendapatkan legitimasi. ''Kita kawal APBD kita agar lebih banyak berpihak kepada masyarakat miskin. Itu adalah salah satu cara menjenguk tetangga yang sakit dan itu pula salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah secara nyata. Selama ini, kita sudah merasa menjadi kaum yang beriman. Namun, kita sebenarnya baru memperlihatkan tanda-tanda atau gejalanya. Mana bukti nyata bahwa kita adalah kaum beriman? Jangan-jangan belum ada. Karena, berpihak kepada umat sendiri yang miskin pun belum. Alih-alih berpihak kepada umat miskin, malah menjadikan mereka sebagai anak tangga untuk naik menuju kekuasaan. Bukankah ini merupakan dosa besar?'' Untuk kesekian kali, saya menoleh kepada Kiai Su'ada. Senyum beliau menjadi legitimator atas apa saja yang saya katakan. Tapi, moderator mengomentari ceramah saya sebagai obat pahit yang mengaduk-aduk kesadaran para kiai. Ah, apa iya? Saya kan cuma meminta mereka membedakan antara tanda dan bukti orang beriman. (-) Sumber: http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/22/kat/28+++++ Menarik bukan? Saya 100% setuju dengan pemikiran beliau, dimana mengkritisi, mengawal atau memonitor dana negara (pusat hingga daerah) adalah bukti bahwa kita beriman. Termasuk di sini adalah membantu orang-orang yang mengkritisi, mengawal atau memonitor. Buktikan kita beriman!
Minggu sore, 27 Juli 2008, pulang dari Magelang menuju Kartasura, sekitar pukul 16.15 lewat daerah Kecamatan Sawit, Boyolali. Dari kejauhan, nampak sebuah mobil Ambulan (Ambulance atau Ambulans, what ever lah namanya) berupaya masuk ke jalan raya Solo - Yogya. Begitu mobil ini masuk ke jalan raya, tepat motor saya berada di belakangnya.
Mobil Ambulan yang bertuliskan, RS Dr. Oen Sawit, bermodel minibus namun nampaknya bermesin sekelas truck kecil (engkel, kata sebagian orang). Di bagian atas/atap depan, berderet lampu-lampu kelap kelip yang ditutup mika/kaca biru bening (he he he namanya apa ya?), berbeda dengan kebanyakan mobil Ambulan yang biasanya hanya ada 1 lampu berwarna merah.
Ambulan melaju kencang, spedometer saya menunjukkan angka 80 km/jam. Sirene mobil Ambulan, terus menerus berbunyi dengan sekali-sekali bunyi klakson. Tot tot .. (bukannya tet tet ... atau din din ... sebagaimana lazimnya). Sopir nampak bersusah payah menuju Timur, yang bisa berarti ke arah Solo atau ke arah Semarang atau bahkan ke Surabaya.
Sekitar 10 menit "menguntit" Ambulan ini, sebelum berpisah di Tugu Kartasura, karena ternyata Sang Ambulan belok kanan ke arah Solo, keprihatinan saya teramat dalam. Hingga sampai rumah dan hingga hari ini pikiran tentang Sang Ambulan, terus bergayut.
Sirene dan klakson dan embel-embel tulisan Ambulan cukup gede di depan, samping dan belakang, nampaknya saat ini tak cukup bermakna. Ukuran mobil yang cukup tinggi gede -- sehingga bisa terlihat -- dibanding minibus keluarga, sedan, motor, dsb ternyata juga tak membuat Sang Ambulan mendapat prioritas menggunakan jalan.
Sepuluh menit bersama Sang Ambulan, menunjukkan bahwa kemanusiaan kebanyakan pengguna jalan kebanyakan di bawah titik nol. Mobil dan motor yang berada di depan Sang Ambulan, cenderung sedikit yang meminggirkan diri dan mempersilahkan Sang Ambulan mendahuluinya. Boro-boro minggir, justru tancap gas layaknya tak mau didahului Sang Ambulan.
Kepala saya terus berdenyut, tidakkah terpikirkan bagaimana jika yang ada di dalam Ambulan itu adalah keluarga mereka sendiri, yang sekarat dalam hitungan detik atau menit jika tak segera ditangani kalangan medis yang berkompeten?
Kepala saya terus berputar, coba kalau yang dibelakang mereka itu adalah konvoi kampanye partai atau konvoi militer, dijamin mereka segera meminggirkan kendaraannya. Begitu bukan?
Masihkah kita manusia? Ukur dengan cara mereview lagi bagaimana kita memperlakukan Sang Ambulan.
Aksi Cetak Rekor MURI Ala Solo
Browsing Internet di City Walk, ngeNET gratis berhadiah. 30 Juli 2008
Ayo tunjukan Solo Kota IT
My Note: Pa betul Solo Kota IT? Kayaknya di Solo ndak ada tuh yang namanya Komunitas Pengguna Linux dan sebangsanya. Solo juga ndak ada Komunitas Blogger-nya. e-Goverment dan e-Learning di Solo juga belum pernah terdengar. Memang sih warnet dan toko komputer cukup banyak di Solo. Hotspot dan ISP memang semakin banyak di Solo. Kota IT TIDAK SAMA DENGAN ngeNET tho?
Firefox 3 telah lahir. Browser paling cocok bagi Netpreneur, Forexpreneur, Futurepreneur, Socialpreneur dan umumnya Entrepreneur. Bisa dicustomize sesuai kebutuhan masing-masing pengguna. Unduh segera di http://www.mozilla.com/en-US/firefox/
 Bali Collaboration on Climate Change Takes you into a journey of Silence
We ask you to SWITCH OFF ELECTRONIC APPLIANCES FOR FOUR HOURS on 21st March 2008 at 10.00 – 14.00 hours As a first step towards WORLD SILENT DAY 21 March 2008 You don’t have to be a superhero to tackle climate change.
We can reduce green house gas emission by doing nothing!!! Through Silence. This is inspired by the Nyepi or Silent day practiced by people in Bali for many centuries, even now.
For 24 hours people do not travel, work or light the lamps at night. One Silent Day in Bali is estimated to reduce at least 20,000 tons of CO2, the largest contributor of green house gas. Please see www.worldsilentday.org.
We invite you to contribute to green house gas reduction by reducing energy consumption on 21 March.
SWITCH OFF YOUR ELECTRONIC APPLIANCES (computer, AC, TV, radio, cell phone, etc)
FOR 4 HOURS ONLY !! REMEMBER 21 MARCH!!! GIVE THE EARTH SPACE AND TIME TO BREATHE!!
PLEASE SEND THIS CAMPAIGN SHEET TO OTHERS!! OR YOU CAN FIND YOUR OWN WAY OF SILENCE
PLEASE LET US KNOW THE SILENT HOURS THAT YOU UNDERTAKE ON 21 MARCH TO: mysilent@worldsilentday.org Bali Collaboration on Climate Change
Beberapa member suatu milis biasanya juga menjadi member di milis lain. Baik milis dengan konten sejenis maupun yang berbeda jenis kontennya. Ada kalanya kita mungkin jengkel, kirim ke milis tapi kok tidak nongol-nongol alias tidak langsung kelihatan di list milis tersebut. Kenapa itu bisa terjadi? Email kita dianggap sebagai SPAM oleh mesin milis tersebut. Sehingga membutuhkan moderasi dari para moderator milis tersebut. Jika moderator meng-approve, baru email ersebut akan masuk ke milis. Jika moderatornya jarang masuk ke web milis, maka dapat diperkirakan email-email yang membutuhkan approval akan sangat banyak. Meski moderator sudah membuat setting untuk member tersebut untuk bebas posting alias unmoderate, pasti kejadian semacam ini akan selalu muncul. Kenapa? Ternyata, salah satu sebabnya adalah karena member milis mengirimkan ke banyak milis dalam satu postingan email. Di dalam daftar TO: atau CC: ada beberapa alamat email milis. Tak salah kalau email tersebut dianggap SPAM. TIPS : Jika mengirikan email ke milis, pastikan HANYA satu alamat email di dalam list TO: MANFAAT: 1. Email bisa langsung masuk ke milis 2. Moderator tidak kerepotan meng-approve email NOTE: SPAM dikenali dengan banyak katagori, salah satunya adalah mengirimkan email ke beberapa alamat milis sekaligus. Bagaimana agar tidak dianggap SPAM? Menurut Wikipedia.Org disarankan seperti ini.
 Sekarang sudah ada ratusan blog member TDA-Tangan Di Atas (baik di Pusat, Joglo, Gerbangkertosusila, Bandung, dll). Di TDA Joglo saja ada sekitar seratusan. Ini belum semua mempromosikan web blognya lho. Blogspot, Wordpress, Multiply dan Joomla adalah engine yang sering dipakai teman-teman TDA, dan biasanya sudah default RSS Feed (biasanya ada tanda icon warna Oren di sebelah kanan kotak dimana kita menuliskan URL atau alamat situs). Mungkin bisa dicoba memakai Bloglines.Com, suatu fasilitas untuk RSS Reader. Kalau pake ini kita (kadang) tidak perlu berkunjung ke situsnya langsung, namun masih bisa baca apa-apa yang dituliskan di web blog sasaran kita. Namun, terkadang ada situs yang memang disain RRS Feed hanya sebagai pancingan, yang bisa tampil di Bloglines.Com hanya sebagian tulisan saja (pasti ada link tulisan "more" atau "read more"). Dengan Bloglines.Com kita tetap bisa blogwalking, tanpa perlu mengunjungi situsnya. Fasilitas ini biasa dipakai bagi para Blogger yang networknya sudah amat sangat banyak, jadi sudah tidak sempat lagi melakukan blogwalking fisik.
Mr. Belagu: Katanya Sabtu biasanya pada libur Za? Kok malah ada meeting?Riza: Ada terusan acara Pertemuan Tahunan. Kemaren akhir Januari sudah, tapi belum selesai. Akhirnya, 1 Maret 2008 ini, jadi juga status yang sangat kutunggu-tunggu selama ini, yakni sebagai Former Executive Director of Duta Awam Foundation. Menjabat selama 2 periode (2002-2004 dan 2005-2007) bukan perkara gampang. Mr. Belagu: Nah sekarang kamu bisa mengucap penuh syukur kepada Allah Sang Pencipta dan dapat semakin memaknai arti mendalam dari Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Semua yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah.Riza: Sudah Bro. Don't worry be happy! Mr. Belagu: Dipilih secara langsung oleh staf pelaksana sebagai Executive Director khan sangat jauh dari cetak biru benakmu Za? Dua periode lagi, 6 tahun. Kok mau dan tahan lagi?Riza: Kamu khan sudah lama kenal aku. Kalau kamu tak tahu jalan dan kamu tahu aku tahu jalan, apakah aku akan tolak permintaanmu untuk tunjukin jalan? Tidak pernah khan? Kalau kamu sedih dan kamu tahu aku bisa membuatmu gembira, apakah aku akan tolak permintaan untuk membuatmu gembira? Tidak pernah khan? Tahan? Gila kamu. Enam tahun ini aku nggak tahan. Mr. Belagu: Terus ngapain masih di situ?Riza: Masih ada yang asking me "teach me how to dream", sedikit teman-teman di sana, beberapa aktivis petani, dan beberapa teman NGO. Hal-hal seperti itu yang menyebabkanku bertahan, live is not only existence. Mr. Belagu: What's next Za?Riza: Writing some books about a, b, c, dll, tapi rahasia dulu ya  , trus untuk Social Entrepreneur, masih ikut membesarkan dan menjaga blog Agrodev, membantu Commitment Solo, menjaga blog Pemuda Tani Sukoharjo dan lainya (kadang diminta memberi masukan alias tukang kritik ide-ide mereka), tetap support teman-teman Duta Awam, juga teman-teman kelompok tani, teman-teman Komunitas Tangan Di Atas dan lainnya. Selain itu, yang paling penting nih, realisasikan resolusi 2008. Aku bikin beberapa income generator yang aku mau-bisa-suka. Aku juga sedang belajar internet marketing dan terakhir siap-siap hijrah ke Birmingham UK sementara waktu. Mr. Belagu: Lho sudah mantan kok kayaknya lebih sibuk?Riza: Live is not only existence! Mr. Belagu: Sialan ...---- Thanks to Allah and also Muhammad Rasulullah, who make me always live, not only existence, everywhere and everytime. And for my wife and my daughters who always "home alone", I only can say Live is not only existence! Be Rahmatin Lil Alamin.
ORANG JUJUR KADANG BISA KEBLINGER ORANG JAIL KADANG BISA UNTUNG
ORANG BESAR PANDAI CARI CARA TUK KELUAR ORANG KECIL SERING TERPERDAYA ATASNYA
SAYA YAKIN KITA TERMASUK YANG JUJUR DAN KEBLINGER Tulisan di atas saya copy paste langsung dari bagian terbawah draft laporan teman se kantor yang saya minta. Huruf kapital dan warna merah menandakan KEMARAHAN sekaligus KETIDAKBERDAYAAN. Membaca itu saya tersenyum nyinyir, saya mafhum apa yang dimaksudnya, karena saya juga memiliki KEMARAHAN yang sama. Saya jadi teringat dua kondisi yang saya tuangkan dalam kalimat jauh-jauh hari sebelumnya. Sekitar 2-3 tahun lalu. Apa itu? - Bersalah tapi tidak bertanggungjawab
- Bertanggungjawab tapi tidak bersalah
Dan menuangkan ini semua saya jadi berpikir bahwa hakim, penegak aturan, pemeriksa, penilai, auditor, dsb haruslah
- Kompeten
- Tidak memutuskan atas dasar emosi maupun persepsi
- Menegakkan aturan untuk semua pihak yang "mengimani" aturan itu, tanpa pilih-pilih
Ada yang lain ......? Laa Hawla Wa Laa Quwata Illa Billah
Ini ide brilyan dari Om Cosa Aranda. Gotong royong di dunia maya. Sebagaimana kita tahu ada banyak produk bagus di internet, namun harganya mahal sampai amat sangat mahal untuk banyak kantong orang Indonesia. Cosa Aranda mencoba membuat solusi, iuran member dikoleksi untuk membeli produk-produk top abis itu. Dan karena beliau adalah seorang Netpreneur, tentunya produk-produk yang akan dibeli adalah yang berhubungan dengan Internet Entrepreneur.So, halal dan mantap. He he he .... Sekali lagi ini contoh bahwa ICT bisa digunakan untuk perubahan sosial. Salut untuk Om Cosa Aranda.
Berikut ide asli beliau atau klik di sini. Area Berbayar di CosaAranda.Com. Bagaimana? Sebetulnya saya berencana untuk mengadakan workshop spesial di bulan Januari / Februari 2008 nanti. Kenapa spesial? Karena tidak seperti workshop-workshop sebelumnya, workshop yang direncanakan tersebut benar-benar ‘bayar’ (tidak sekedar ganti ongkos akses internet, soft drink, snack, dan makan). Sebagai gantinya, selain materi yang diberikan eksklusif, peserta workshop akan mendapatkan suplemen berupa CD (berisi script, template, dan pendukung lain yang dibutuhkan) dan handout. Tidak hanya itu, masing-masing juga rencananya akan mendapatkan CD yang berisi versi lite dari paket Mesin Uang Wordpress keluaran CafeBlogger (acara workshop memang rencananya akan diselenggarakan berdua).Namun barusan saya mendapatkan wangsit ide untuk membuat sebuah area berbayar sebagai bagian dari jaringan CosaAranda.Com. Bisa berupa subdomain di CosaAranda.Com atau domain tersendiri (CosaAranda.Biz rasanya masih kosong dan cocok untuk rencana ini). Apa yang ditawarkan oleh area berbayar ini? Sebelumnya, mari di-review sejenak. Blog CosaAranda.Com menawarkan artikel dan kontes. Newsletter memberikan kompilasi artikel serta e-book gratis tiap pertengahan bulan (mungkin akan saya ubah menjadi dua kali kiriman e-book tiap bulan). Agar terjadi diversifikasi, maka yang ada dalam benak saya saat ini untuk suguhan utama dari area berbayar adalah script turnkey site (bedakan dengan paket ready-for-AdSense), software, dan mungkin juga private label article. Jadi pada prakteknya nanti, area berbayar ini dapat digambarkan sebagai wadah bagi kita untuk urunan dalam membeli suatu produk. Selain produk-produk yang sudah saya siapkan, anggota juga akan dapat melakukan request produk apa yang ingin dibagikan di bulan berikutnya. Misalnya saja, secara pribadi saya naksir berat ama ViralSocializer (viralsocializer.com), tapi mundur teratur melihat harganya yang mencapai 2 juta. Nah dengan memanfaatkan “ klub berbayar” tadi, jelas biaya yang perlu saya (dan juga anggota lainnya) keluarkan untuk mendapatkannya JAUH lebih murah. Sekali lagi, apabila ide ini nanti terwujud, tidak akan ada yang berubah dari materi yang diberikan di blog dan newsletter. Saya masih memegang teguh prinsip ilmu-itu-seharusnya-gratis kok. Tapi kalau memang ada sesuatu yang tidak bisa didapatkan dengan gratis dan itu benar-benar berguna, tidak ada salahnya kan apabila kita tanggung bersama biayanya, hehehe. Nah, bagaimana pendapat Anda? Jika setuju, apakah ada saran atau sesuatu yang diharapkan dari ide ini? Atau sebaliknya, jika tidak setuju, kenapa? Saya butuh masukan dari Anda semua (termasuk yang baca artikel ini melalui newsletter, sekali-kali mampir dan komen dong ah, hehehe). Tolong sekalian isi jajak pendapatnya juga yah.  Loading … Anyway, berhubung feeling saya diskusinya bakalan jadi serius, kali ini gak ada kartunnya. Biar kesan seriusnya lebih terasa, hehehe. Update: Agar tidak terlewat, tanggapan saya di bagian komentar sekalian saya pindahkan ke sini. Sekaligus untuk memperjelas konsep area berbayar ini.
biaya yg direncanakan kurang lebih 50rb per bulan. Aku rasa harga segitu masih bisa terjangkau.trus untuk menanggapi komentar dari rekan artz90, bagaimanapun nanti akan diusahakan supaya jumlah dan harga produk2 yg ditawarkan sebanding dng jumlah peserta dan biaya yg harus dikeluarkan masing2 peserta. Misal, dng asumsi biaya bulanan 50rb dan ada 10 orang yg mendaftar, maka setiap bulan hanya bisa diberikan produk baru yg nilainya kurang lebih 50rb x 10. Yg aku harapin tentunya yg mo daftar semakin banyak, jadi produk yg bisa dibeli semakin banyak / semakin berkualitas, karena rata2 script yg bagus harganya minimal $67. Oh ya, dan satu lagi, semua produk bukan WAREZ, tapi dibeli langsung dari penjualnya. Kemungkinan besar juga tidak ada ijin reseller (jelas gak cukup dananya kalo ambil yg plus reseller license), tapi akan diusahakan yg seaman mungkin untuk digunakan (bebas dari klaim pirated / illegal script). Dalam arti, dicari yg memang memberikan full license ato bebas digunakan di banyak domain.
kalo iurannya dikurangi dng sistem berjenjang spt itu, kulitas produk gak bisa bertambah krn total iuran yg didapat akan tetap sama :) coba perhatikan lg contoh itung2anku yg di atas 50rb x 10 –> kita bisa beli 1 produk biasa seharga 500rb 50rb x 20 –> kita bisa beli 2 produk biasa seharga 500rb ato 1 produk yg lebih bagusan seharga 1jt 50rb x 30 –> kita bisa beli 3 produk biasa seharga 500rb, ato 1 produk bagusan senilai 1jt dan 1 produk biasa senilai 500rb, ato 1 produk super keren senilai 1.5jt jadi semakin banyak member dng nilai iuran yg tetap justru akan memberikan lebih banyak keuntungan bagi semua member catatan, itungan yg di atas sekedar contoh aja. Gak semua produk senilai 500rb itu kualitasnya biasa kok. untuk yg kedua, seperti udah aku tulis di artikel (hayo, gak nyimak ya, hehehe), member bisa ngusulin produk apa yg ingin dibeli di bulan berikutnya. Selama itung2annya menutupi dan produknya bagus, pasti akan dipenuhi Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 23 December 2007. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah separuh atau seluruh bagian dari isi.
 Dear all, Beberapa teman mungkin jengkel ketika tiba-tiba ada teman yang invite kita menjadi member Facebook. Belum yang lain semisal Multiply.com, Hi5.com atau Ning.com. Invite lagi invite lagi. Kalau semua kita tolak tanpa mencoba melihat fasilitas yang diberikan, maka kita memang betul siap dilindas globalisasi tanpa perlawanan. Betul apa yang dilontarkan oleh Mas Harmanto beberapa waktu lalu di milis Tangan Di Atas, dan juga disampaikan Minggu (20/1) lalu di Jogya, "Kita sangat tidak siap dengan Globalisasi". Social networking application ada banyak sekali. Bagaimana memilihnya? TIPS: 1. Pilih social networking sebanyak mungkin yang bisa 2. Pilih yang ada fasilitas market 3. Pilih yang tidak berat aksesnya 4. Carilah sebanyak mungkin teman yang menjadi contact kita 5. Sekali waktu masuk ke room teman-teman kita dan kasih comment bermanfaat 6. Bikin skedul promo berkala yang tidak membosankan karena semua contact kita pasti akan menerimanya juga 7. Promosikan "manfaat produk" bukan produknya. Pembeli sesungguhnya akan membeli manfaat dari produk kita 8. Bijaksanalah Semoga bermanfaat. Berita berikut mungkin bisa menimbulkan ide-ide kita semua tentang social networking untuk meningkatkan business kita. Salam, +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Sumber: http://news.bbc.co.uk/1/hi/technology/7187680.stm BBC NEWS Researchers plunder social networks By Jon Stewart Every day millions of students at college in America log onto Facebook. Like any other fan of the site they update their status, message each other, upload and tag photos, and link to their friends. What they are not aware of is that they are being monitored by researchers, who are almost overwhelmed by the amount of data they can gather about tastes, preferences and relationships. Sociologists at the University of California, Los Angeles (UCLA), and Harvard University in the United States are using the social networking site for academic research. "We're harvesting information from Facebook. We have all the information on an entire class of students. We are gathering that data and transforming it into a dataset that can be easily used for all kinds of analysis" said Andreas Wimmer, professor of Sociology at UCLA. "It's a wealth of data on who relates to whom, and who becomes friends with whom, that is quite unprecedented. Compared to the usual survey data it's a huge leap forward in terms of the precision with which relationships are recorded," he said. Facebook users can set privacy controls, to limit who can see their profiles. But researchers say that currently most of the students they are looking at haven't chosen to make their sites private, and therefore they are knowingly making details of their lives public. "There's just a phenomenal amount of work being done that takes advantage of what I would call this passive, massive, data collection effort" said Professor Nicholas Christakis from Harvard University. He told the Digital Planet programme on the BBC World service that as well as Facebook, scientists are gathering data from all sorts of online activity. "There are lots of people who are taking advantage of the fact that we leave digital traces nowadays. People have been mining all kinds of data. For example they've been looking at telephone networks, instant messaging networks, blog postings. Some people have machine-readings of hundreds of millions of blog entries. "There is even a website that tries to track how people are feeling in different parts of the world - looking at whether there are there hotspots of sadness, anger or happiness in different areas" he continued. Facebook is particularly useful to sociologists because of the way members accurately record relationships. Friends can add applications to compare tastes in everything from films to music to books. That can help researchers establish whether people tend to form relationships with others who are similar to themselves. The study looking at the entire class of students is scheduled to run for four years. Early results are helping to shed light on how people make friends. "If you look at the entire picture of who is hanging out with whom - or what are the principles of group formation in this college, then you see that the most important thing is co-residence, who people who have been thrown together with in the same dorm" said Prof Wimmer. "It seems that since this 'opportunity' structure matters so much, what this college and a lot of others are doing, is mixing people from different backgrounds - racial, social-economic etc - in their dorms and their residences. It really helps to establish ties across these various divides." Longer term the researchers believe the increased understanding of the way relationships form could help identify students who aren't fitting in, and who are perhaps at a greater risk of suicide. Story from BBC NEWS: http://news.bbc.co.uk/go/pr/fr/-/1/hi/technology/7187680.stm Published: 2008/01/15 08:39:03 GMT © BBC MMVIII
The FDA has buckled to big biotech and agro-business despite more than 150,000 public comments opposing the lifting of the ban, and amendments to the federal Farm Bill and Omnibus Appropriations Bill calling for more research before lifting the ban. Genetically speaking, you meat eaters could eat burgers from the same cow for years. Don't let the marketplace support such experimentation with our ecosystem and the food we eat. Don't eat meat or animal products? We still think this issue will interest you, given the risks taken by introducing cloned animals into our food system and ecosystem. Sign the petition below and tell grocers you aren't buying it! Tell them you'll stop shopping at stores that can't promise not to sell such products. (Recipients include: A&P, Costco, Wall Mart, Food Lion, Giant, Safeway, Whole Foods, Hardings, Super Fresh and others.) Take Action
 Apa yang menarik dari Multiply Toolbar on Firefox? Pertama, kita jika dalam posisi login, saat berada di halaman manapun bisa tahu berapa tulisan kontak kita yang belum kita baca. Kedua, kita juga tahu berapa tulisan-tulisan baru yang ada dalam group dimana kita menjadi anggotanya.  Ketiga, drop down menu My Site, akan menampilkan pilihan-pilihan semua halaman yang bisa kita "kendalikan". Mulai dari My Blog, My Photos, My Videos, My Music, My Event, My Reviews, My Links, My Recipes dan My Market Listings. Begitu dipilih, di Firefox langsung muncul bukaan baru halaman tersebut, di tab yang berbeda. Keempat, drop down menu Post, akan menampilkan pilihan-pilihan pemasangan isi Multiply kita. Mulai dari Blog, Photos, Videos, Music, Event, Review, Link, Personal Message, Recipe dan Market Listing, serta Post to a Group. Lha apa ndak lheb?
Pernah melihat gambar ini di desktop sebagian komputer? Ini adalah logo Firefox, sebuah mesin pencari informasi di dunia maya. Saya menggunakannya sudah beberapa tahun lalu. VVM-lah, very very menyenangkan! Apa alasan saya menggunakan dan terus menggunakan saat ini? Ada banyak alasan, diantaranya adalah: - Dibangun oleh komunitas besar relawan dunia [ini alasan utama]
- Kalau punya keahlian, bisa ikut mengembangkannya
- Disebarluaskan oleh komunitas relawan sedunia

- Cepat
- Aman
- Bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan masing-masing. Spesialis blog akan memasang perangkat yang sesuai dengannya. Para pengintip capital gain dan capital loss di bidang saham akan merangkai kebutuhannya sendiri. Demikian pula yang lain, semua diatur menurut kesukaan dan kebutuhan kita masing-masing.
- Gratis
- Selalu diupdate sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi
- Sampai saat ini telah didownload oleh 473.780.239 orang
dan terus bertambah. Pantau di sini. - Selalu mendapat penghargaan tingkat dunia

Jika anda ingin membangun dunia untuk kepentingan bersama semua orang, maka anda harus membangunnya melalui komunitas, bukan perseorangan. Bangunlah komunitas, hargailah komunitas. Bahu membahu bersama komunitas. Mulailah menggunakan segala sesuatu yang dibangun komunitas. Mulailah dengan menggunakan  Powered by ScribeFire.
Sudah beberapa waktu Multiply.Com mengeluarkan Toolbar untuk penggunanya. Semacam ini bentuk tampilannya di Firefox Bagaimana menginstalasikannya? Mudah sekali. Pertama, tentunya harus memasang Firefox dulu. Klik saja link ini. Jika sudah, selanjutnya kunjungi Multiply.Com di link ini, dan akan nampak screen seperti ini.  Klik Install Multiply Toolbar dan ikuti terus perintah yang diberikan. Setelah Firefox di-restart maka akan muncul screen berikut ini.  Anda sudah berhasil menginstalasikan Multiply Toolbar di Firefox, dan muncul toolbar sebagai berikut.  Selamat ngeblog dengan Multiply. Powered by ScribeFire.
 Pernah melihat tampilan di atas? Tampilan tersebut menunjukkan bahwa situs yang kita kunjungi telah melampaui batas bandwith per bulan yang diperbolehkan oleh jasa hosting dimana situs tersebut dititipkan. Kenapa hal ini bisa terjadi? Biasanya karena pemilik situs tidak tahu atau tidak memprediksi perkembangan kunjungan ke situsnya. Ada banyak pemilik situs yang tidak tahu bahwa jika menyewa hosting itu bandwith-nya dibatasi. Ada yang 500 MB, 1G, 2G, 3G per bulan. Bahkan ada yang di bawah itu maupun di atas nilai itu. Ada banyak pemilik situs yang juga tidak tahu bahwa penggunaan bandwith tidak hanya dihitung untuk akses situs web saja. Penggunaan bandwith juga termasuk penggunaan POP3 dan SMTP untuk email, penggunaan fasilitas FTP jika ingin meng-upload maupun men-down load ke situs itu, serta tentunya jumlah kunjungan para tamu ke situs kita, setiap bulannya. Banyak jasa hosting yang menawarkan harga murah untuk sewa hosting per bulan. Sekiranya kita bisa memperkirakan aktivitas yang terkait situs kita secara detil, maka Bandwith Limited Exceeded tidak perlu tampil jika kita atau pun orang lain mengakses situs kita. Untuk situs-situs serius, ada baiknya mempertimbangkan menyewa hosting yang melayani unlimited bandwith. Sehingga kita tidak menanggung malu karena dianggap tidak professional atau calon pelanggan kita tidak kabur gara-gara situs yang akan dikunjunginya terang benderang dengan tulisan besar Bandwith Limited Exceeded. Memang banyak yang menganjurkan untuk menyewa hosting dengan cara bertahap, sesuai kebutuhan. Namun bagaimana pun itu bisa dilakukan jika kita rajin melakukan pengecekan via control panel di hosting kita. Semua terpulang kita ....
   Alhamdulillah MMS G1 ( Master Mind Solo Grup 1) telah dilaksanakan Senin malam (3/12) di rumah Mas Sangaji "Kita Tidak Sendiri" Wibisono. Acara yang rencananya dimulai pukul 20.00 WIB ini, terpaksa molor sekitar 30 menit karena hujan lebat mengguyur Solo Berseri. Bravo untuk semua yang hadir meski ada yang hujan-hujanan, Mas Tono, Mas Kardi, Mas Fiki, Mas Agung, saya dan juga Mas Aji. Mas Arif Set yang sangat bersemangat untuk MMS G1 ini, terpaksa ijin karena skedul Senin malam rutinnya tidak bisa diganggu. MMS G1 ini kami anggap pertemuan pertama, oleh karenanya dimulai dengan perkenalan model Who Am I. Bergiliran partisipan memperkenalkan diri, apa yang dilakukan, harapan yang belum kesampaian dan penderitaan batin dalam mengarungi kancah TDB - TDA. Kami saling memberi komentar setelah itu, dan juga saling menggali apa yang telah dilakukan partisipan lainnya. Luar biasa kisah hidup teman-teman, mulai hidup ber-Forex-nya Mas Fiki, sound engineer kita Mas Tono, pencariannya Mas Aji, jatuh jatuhnya (bukan jatuh bangun lho) Mas Agung, dan visi kemerdekaannya Mas Kardi. Kami bersepakat akan bertemu setiap bulan sekali, di hari Selasa, malam minggu pertama awal bulan dengan tempat bergiliran. Teman yang mendapat jatah ketempatan sekaligus juga melakukan konfirmasi pada member MMS G1 yang lain. Awal Januari 2008, akan kami songsong dengan MMS G1 di rumah Mas Kardi di Makam Haji. Kami juga sedang sangat tertarik, dan mungkin akan membahasnya lagi, terkait bidang-bidang Forex (foreign exchange), Online Marketing dan of course Property. Tunggu kabar kami tentang Limited Seminar "Fiki Himawan on Foreign Exchange Trading", launching webstore-webstore terbaru plus "Solo Raya Our Own Property", he he he bombastis amat, gara-gara ikutan Mas James. Pokoknya, rugi ndak ikutan acara offline. Acara akhirnya kami paksa tutup sekitar pukul 11.30 WIB. --- After that, keesokan harinya (Selasa) reaksi sudah mulai berjalan. Mas Kardi mengajak ketemu di kantor saya. Janjian jam 16.00 WIB terpaksa ditunda karena hujan deras kembali mengguyur Solo. Kami akhirnya bisa bertemu mendekati pukul 18.00 WIB. LoA-nya Mas Kardi nampaknya berjalan. MMS G1 semalam menginspirasinya untuk curhat dengan saya. Saat ketemu di acara TDA Joglo Goes To Campuss UMS, dia bercerita pernah mencoba bisnis papain (getah buah pepaya). Ngobrol dengan saya eh malah dia menjadi tertarik untuk menghidupkan lagi bisnis papain yang pernah dicobanya. Itu yang pertamanya. Kedua, LoA-nya kayaknya bereaksi saat MMS G1. LoA terkait penderita Autis. Maklum, anak pertamanya mengidap Autis dan oleh karenanya dia sangat ingin bebas bekerja di rumah agar dekat dengan anak-anaknya. Konon anak Autis masih ada harapan membaik, tergantung perhatian dan kesabaran orang tuanya. Bahkan kami sudah teken skedul untuk bertemu Sabtu/Minggu ini untuk membahas tindak lanjutnya. Terus saya gimana ceritanya? Saat MMS G1 saya menyampaikan harapan bisa membantu teman-teman petani saya dalam memasarkan produknya secara kolektif. Saya bilang, produk sebetulnya sudah tidak menjadi masalah petani. Masalah terbesar mereka adalah di bidang marketing. Kebanyakan petani punya pola pikir yang berorientasi produksi, sebagian berorientasi produk dan penjualan. Jarang yang pake konsep pemasaran. So, yang terjadi Selasa malam itu ada seseorang yang mengirim SMS, minta waktu ketemu. Saya janjikan untuk bertemu Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB. Tadi malam, Mas Ahmad namanya, datang untuk curhat. Dia menceritakan problem peternak lele di desanya, Sawit Boyolali, khususnya lele yang sudah diolah oleh kelompok ibu-ibu di sana menjadi makanan olahan. Masalahnya satu, pemasaran. Macet sekitar 2 bulan ini. And, saya bilang, saya akan coba bantu memasarkan dan juga memberi advice tentang business development. Nah, LoA untuk Collective Marketing for Farmer's Product mulai bereaksi juga khan? Pukul 20.45, Mas Fiki kirim email yang isinya ide-ide MMS G1 ke depan. Malam itu dia berharap bisa berusaha untuk lebih baik. Dan tadi malam dia bicara bahwa MMS G1 harus memulai goreng rekening agar siap melangkah ke property, targeted meeting rules, ada aksi bisnis bersama, bikin webmall yang isinya webstore-webstore member (wuih), sampai sharing aset-aset pengembangan diri. LoA-nya bergerak, untuk berusaha lebih baik. --- Cerita nyata di atas membuktikan betapa Mastermind itu penting, sepenting Law of Attraction yang melatarinya. Mastermind untuk menghimpun energi positif, mengaktifkan energi-energi positif yang sama untuk saling menguatkan. Ada yang belum ikutan Mastermind? Bikin dong! Jangan saling menunggu. 
Nabila dan Nadia anakku, Kalau di suatu masa kamu berniaga, berniaga mengikuti satu dua jejak moyangmu, ingatlah wasiatku. - Nak, kombinasikanlah perniagaan model konvensional dan model masa kini. Karena di masa kini pasti ada 3 kelompok manusia, yang berpola pikir lama, pola pikir baru dan juga kombinasi keduanya, pola pikir transformatif.
- Berilah informasi yang benar tentang produkmu. Karena hanya kebenaranlah yang melanggengkan perniagaanmu.
- Gunakanlah alat-alat yang tersedia di sekitarmu, meski bukan kamu yang memilikinya, namun tentu atas ijin pemiliknya. Karena hanya dengan itulah kamu merasa tidak sendiri, dengan itu pula lah kamu menjadi tidak sombong, bisa memberi dan melayani sesamamu.
- Juga simaklah http://www.nafed.go.id/bindo/index.php dan juga http://www.indonesian-products.biz/ kalau kamu sudah siap ekspor. Karena dengan itulah kamu bisa ikut membantu manusia lain di muka bumi ini, meski bukan hanya itu satu-satunya cara.
- Jangan ragu mencoba http://agribisnis.deptan.go.id/index.php?files=Market/index kalau kamu menjual produk atau komoditas kaum tani. Karena dengan itu kamu bisa mempercepat membantu petani meningkatkan harkat dan martabatnya.
- Anakku, jangan lupa tanya Om Bayu, yang sudah menggunakan http://www.indonetwork.net/ untuk memasarkan produk kelompok-kelompok tani teman Bapakmu. Karena dengan itulah kamu bisa menghayati, begitu banyak yang manusia mau namun tidak berarti manusia mau semua.
Anakku, ingat-ingatlah wasiat ini. Agar dimudahkan hidup kamu. Dan agar kamu tidak perlu mendengar,"Kalau bisa gampang, kenapa tidak dipersulit?" 
 Tambar, seakan tak menyangka saat dilakukan refleksi tentang pemasaran salah satu produk kelompoknya. “Kalau dihitung, ternyata saya bisa masuk seratus lima puluh ribuan sebulan untuk penjualan WORTA,” ujarnya pada Bayu Cahyono, access market project team leader YDA Solo, Rabu, 21 Nopember 2007 lalu.
Padahal, “Itu dilakukan dengan cara sambilan saja. Kalau ada teman yang butuh atau kebetulan main kemana sambil bawa WORTA, dijual atau dititipkan dulu,” lanjutnya lagi. Itu baru hasil dari seorang Tambar, Ketua Pokja KTB, petani yang juga seorang pendidik. Belum lagi hasil penjualan beberapa petani anggota lainnya dan juga oleh YDA Solo.
Pokja KTB adalah Kelompok Kerja Kelompok-kelompok Tani Kelurahan Blumbang Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Sejak beberapa tahun terakhir, kelompok yang berada di lereng tertinggi Gunung Lawu ini sedang bergiat dalam pengembangan akses petani ke pasar, dengan dukungan Yayasan Duta Awam (YDA Solo), CRS Indonesia dan CORDAID Belanda.
Nilai seratus ribuan, bagi sebagian petani mungkin suatu nilai yang kecil. Namun, dalam hubungannya dengan WORTA, nilai itu suatu bentuk keyakinan bahwa perdagangan yang memihak petani (fair trade; perdagangan berkeadilan) sangat bisa dilakukan. Tentunya terpulang pada kesungguhan dan ketahanan petani, kelompok tani dan juga LSM-LSM pendukung petani. Mengusung Merek
WORTA sendiri sebetulnya adalah merek yang diusung untuk produk Pokja KTB yang berbentuk olahan wortel varietas lokal Tawangmangu. Ingat WORTA ingat Wortel Tawangmangu. Ingat WORTA ingat Pokja KTB. Demikianlah gagasan awal munculnya merek tersebut.Saat ini Pokja KTB memiliki beberapa bidang usaha, seperti bawang putih, wortel, sarana produksi pertanian, perkoperasian dan pengembangan organisasi. Merek WORTA berada di bawah bidang usaha wortel, dengan produk andalannya berupa minuman kesehatan instant wortel.
Penjualan dan pemasaran WORTA, sebetulnya baru beranjak kurang lebih 15 bulan berjalan. Namun keberadaannya sudah mulai dikenal seantero negeri. Permintaan WORTA sudah dari beberapa daerah, seperti Jabodetabek, Pontianak, Banjarmasin, Jawa Timur dan Makassar. Belum lagi permintaan dari wilayah pemasaran utama yakni eks Karesidenan Surakarta dan Yogyakarta. Sayang beberapa permintaan belum dapat dipenuhi dengan cukup baik karena factor mahalnya biaya transportasi plus organisasi usaha kelompok masih dalam tahapan belajar.
Luasnya permintaan WORTA, memang sangat ditunjang oleh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam promosi. YDA Solo membantu mempromosikan WORTA melalui online promotion (promosi via internet) dengan membuat beberapa web blog tentang WORTA, serta memanfaatkan layanan-layanan internet gratis. Misalnya http://agrodev.blogspot.com, http://agrodev.multiply.com dan situs direktori bisnis online http://indonetwork.com
Selain online promotion, YDA Solo juga mencoba menggandengkan WORTA (dan juga Agrodev – Rural Agro Enterprises Development) dengan pihak-pihak lain seperti komunitas entrepreneur Tangan Di Atas di Jawa Tengah yang biasa disebut TDA Joglo (http://www.tdajoglo.com). Harapannya, para entrepreneur bisa menjadi salah satu mitra penjualan produk-produk petani, khususnya WORTA.
Jauh sebelum itu, WORTA juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar, FEDEP (Forum for Economic Development and Employment Procurement) Karanganyar, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Tengah. Bahkan, WORTA juga menarik minat perkumpulan ekspatriat (orang asing) yang tinggal di eks Karesidenan Surakarta untuk membantu dalam bentuk nasihat-nasihat pengembangan bisnis. Memulai dengan Tidak Mudah
Kisah WORTA, diawali sekitar akhir tahun 2004. Beberapa kelompok tani di Kelurahan Blumbang mendapat tawaran dari YDA Solo, jika ingin terlibat dalam access market project. Kelurahan ini sendiri sebetulnya merupakan salah satu wilayah kerja YDA Solo sejak tahun 2000, saat bergiat dalam advokasi Pertanian Berkelanjutan.
Atas pemahaman petani tentang proyek ini, akhirnya mereka bersepakat membuat suatu Kelompok Kerja (Pokja) yang terdiri dari beberapa petani perwakilan dari beberapa kelompok tani yang ada di Kelurahan Blumbang. Masing-masing petani yang terlibat dalam Pokja ini juga akan bertugas mendistribusikan ilmu pengetahuan dan pengalamannya pada kelompok tani masing-masing.
Sebelum Pokja KTB terbentuk, beberapa petani di wilayah ini terlibat dalam penelitian partisipatif komoditas unggulan versi petani. Komoditas unggulan dilihat dari sisi geografis, biologis tanaman, pengalaman budidaya petani dan pendapat pasar/konsumen. Beberapa petani dari Kelurahan Blumbang tersebut menjadi bagian dari satu tim besar, bersama beberapa petani dari Wonogiri, Klaten, Sragen, Boyolali, Sukoharjo dan Grobogan. Penelitian partisipatif ini dibantu sepenuhnya oleh YDA Solo.
Penelitian yang membutuhkan waktu yang tidak pendek ini, akhirnya mengeluarkan beberapa rekomendasi pengembangan. Untuk Kelurahan Blumbang Tawangmangu, komoditas unggulan yang direkomendasikan dalam pengembangan akses pasar adalah bawang putih dan wortel.
Terkait dengan wortel Tawangmangu, ada hal khusus yang juga menjadi pertimbangan. Berdasarkan pengalaman petani, wortel sering dihargai secara tidak sesuai oleh pasar/konsumen. Harganya berkisar antara Rp.300 hingga Rp.2.000 per kilogram, namun kebanyakan di bawah Rp.1.000. Padahal menurut petani, setidaknya harga per kilogram wortel untuk sekadar impas, sekitar Rp.1.200. Di sini jelas petani sangat merugi, dan mereka juga dalam posisi mensubsidi konsumen.
Selain itu, wortel Tawangmangu juga sudah mendapat tempat yang cukup baik di kalangan konsumennya. Wortel Tawangmangu dikenal berwarna orange (semakin orange warna wortel dipercaya mengandung beta karoten yang lebih tinggi), bagian kayunya lebih sedikit yang mengakibatkan dagingnya lebih banyak.
Atas ketenaran wortel Tawangmangu tersebut, rawan dipakai namanya oleh daerah penghasil wortel lainnya. Beberapa daerah lain penghasil wortel di luar Kecamatan Tawangmangu, menggunakan nama wortel Tawangmangu untuk meningkatkan image pasar atas komoditas mereka.
Hasil penelitian di atas kemudian disampaikan kepada kelompok-kelompok tani Blumbang. Pada pertemuan tersebut juga ditawarkan gagasan pengembangan akses pasar petani. Akhirnya, atas pemahaman bersama, mereka bersepakat untuk terlibat dalam pelaksanaan gagasan tersebut dan sekaligus melahirkan Pokja KTB.
Selama 3 tahun berjalan ini, kinerja dari sisi besaran nominal, memang tidak dapat dikatakan melesat. Dari sisi keuntungan, masih jauh dari memuaskan. Namun jika dilihat dari sisi omset kelompok, putarannya sudah sekitar belasan juta rupiah.
Kondisi ini sesungguhnya sangat bergantung dari perubahan cara berpikir petani serta pendekatan yang dilakukan staf dari YDA Solo sendiri. Petani umumnya masih menggunakan cara pikir produksi/budidaya, meski sebagian kecil sudah menggunakan cara pikir penjualan. Petani masih perlu waktu untuk mengubah cara pikirnya ke cara pikir pemasaran.Di pihak lain, staf YDA Solo sendiri juga perlu mengubah pendekatan advokasi yang selalu digunakan selama ini. Jika sebelumnya menggunakan pendekatan edukasi advokasi, perlu disesuaikan menjadi edukasi bisnis berwawasan advokasi. Dan ini bukan perkara yang sesederhana membalik telapak tangan.Meski kinerja dari sisi besaran nominal tidak spektakuler, bukan berarti tanpa kemajuan sama sekali. Beberapa anggota kelompok, sesuai perkembangan proses, sedikit demi sedikit mulai menyadari dan memahami bagaimana pemasaran itu seharusnya berlaku. Layaknya lokomotif yang tertatih-tatih mencoba menarik gerbong-gerbong lain (anggota petani lainnya) yang masih focus pada budidaya serta penjualan.
Mulai beranjaknya cara berpikir dari budidaya/penjualan ke pemasaran, memerlukan waktu sekitar dua tahun. Pemasaran, mulai serius digarap 15 bulan lalu, setelah YDA Solo mencoba memancing Pokja KTB dengan cara mengemas minuman kesehatan instant wortel dalam kemasan kotak plastic. Kemasan ini diberi label sederhana yang dicetak dengan printer komputer. Produk ini diperkenalkan pertama kali (product launching) dalam acara pertemuan rutin tahunan CRS Indonesia/Pertanian dan mitranya (program consolidation meeting) tahun 2006 lalu. Dan, tanggapan peserta maupun pembeli cukup positif untuk membantu Pokja KTB melakukan pengembangan-pengembangan. Usaha atau Sosial?
Sebagai langkah awal usahanya, Pokja KTB membuat rencana usaha kelompok. Rencana usaha ini dibuat secara komprehensif namun dengan tetap memberikan peluang atas pengembangan ide-ide baru. Selain itu juga memperhatikan aspek-aspek bisnis dan juga menggunakan beberapa perhitungan bisnis.
Dalam prakteknya, Pokja KTB melihat bahwa rencana usaha yang telah dibangun bersama ini, kadang kala kurang dijadikan pedoman dalam melangkah atau dalam melakukan beberapa kegiatan. Kondisi ini merupakan kondisi peralihan dari budaya kelompok/organisasi sosial menjadi budaya organisasi/kelompok bisnis. Kepatuhan pada rencana usaha memang masih perlu terus diasah.
Misal, dalam rencana usaha sudah ditentukan berapa besar target penjualan bulanan. Dalam prakteknya, pengecekan persediaan WORTA pada beberapa tempat penjualan kurang disiplin dilakukan dan nampaknya juga karena pengelolaan waktu masih dalam taraf mencari bentuk. Padahal penugasan pengecekan sudah diberikan pada beberapa anggota.
Perhitungan biaya-biaya yang terkait pengecekan sebetulnya juga sudah dilakukan. Artinya semua biaya tidak ditanggung oleh petugas. Saat dilakukan refleksi, ternyata petugas merasa tidak nyaman jika menerima pengganti biaya yang dikeluarkannya saat penjualan WORTA.
Itu baru sebagian pengalaman kasus, yang jika dicermati adalah bentuk dari masih kurangnya pemahaman atas peran-peran yang berbeda. Sebagian petani masih bingung yang mana peran sosial dan mana yang peran bisnis. Kebingungan ini juga ditunjang oleh rasa malu jika mengajukan pertanyaan tentang insentif bisnis, takut disangka materialis atau dianggap tidak berjiwa sosial.
Kasus yang lain adalah harga beli wortel di tingkat anggota. Beberapa waktu lalu, harga beli wortel ke anggota sudah ditentukan Rp.2.000 per kilogram. Harga ini jauh di atas harga pasar. Tujuannya jelas agar biaya budidaya yang sesungguhnya dikeluarkan petani bisa terpenuhi, ada ongkos angkut wortel ke kelompok dan anggota menerima sedikit keuntungan. Ini merupakan keputusan bersama.
Prakteknya, beberapa periode produksi WORTA berjalan, ternyata kelompok belum menerapkan keputusan bersama tersebut. Wortel masih dibeli dengan harga pasar, yang jelas jauh di bawah harga tersebut. Dan anehnya lagi, anggota dan pengurus kelompok tidak berkeberatan atas apa yang terjadi.
Setelah direfleksikan bersama, muncul pernyataan semacam “Ndak enak, kelompok khan masih harus berjuang!” Di sini nampak bahwa semangat sosial tidak ditempatkan secara tepat. Akhirnya, setelah dilakukan refleksi, dalam beberapa bulan terakhir produksi WORTA sudah menggunakan harga yang telah disepakati sebelumnya.
Dari sisi usaha, petani anggota menerima manfaat atas wortel yang dijualnya kepada Pokja KTB, dengan harga khusus sebagaimana di atas. Petani anggota juga menerima insentif jika mereka terlibat dalam proses produksi WORTA, dan penjualannya. Pokja KTB sendiri menerima insentif atas posisinya sebagai pengumpul produk WORTA. Insentif ini dikumpulkan dan dapat digunakan untuk pengembangan organisasi, serta juga dapat dibagikan sesuai keputusan kelompok.
Sosialnya dimana? Pertama, pengurus kelompok tidak mendapatkan gaji. Kedua, beberapa kegiatan yang bersifat pengembangan diri maupun organisasi dilakukan atas kerelawanan. Ketiga, pertemuan kelompok dilakukan secara rutin, sederhana dan kompak. Dan keempat, mendorong perempuan untuk terlibat, membantu kelompok lain dari luar desa dalam SL PHT, membantu warga desa yang belum bekerja serta menyumbang dalam pembangunan desa. Memastikan Perdagangan Berkeadilan
Berdasarkan pengalaman Pokja KTB Tawangmangu, setidaknya dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan petani, para petani harus melakukan beberapa hal secara menyatu. Pertama, membuat usaha kelompok, bukan usaha perorangan. Usaha yang dimiliki, dikelola dan dinikmati petani. Melalui usaha kelompok, beberapa hal yang terasa kurang di tingkat petani bisa dikuatkan. Misal modal kecil, pengetahuan dan ketrampilan kurang, informasi kurang, waktu serta tenaga terbatas dan sebagainya.Kedua, menghitung biaya-biaya yang betul-betul dikeluarkan selama proses budidaya hingga pemasaran. Dengan cara ini, petani dapat menentukan harga jual minimal yang layak mereka terima agar tidak selalu merugi. Selain itu, atas perhitungan yang ada, maka petani dapat memperteguh diri saat melakukan tawar menawar serta dapat digunakan untuk pendidikan konsumen/pembeli produk mereka. Jangan biarkan petani mensubsidi orang lain. Ketiga, memperagam rantai distribusi dan meningkatkan efisiensi. Rantai distribusi diperagam agar petani tidak tergantung hanya pada satu dua jalur distribusi saja. Dengan cara ini petani bisa memilih alternative yang paling menguntungkan bagi usaha mereka. Selain itu, efisiensi juga perlu dijaga agar semangat usaha tetap selalu terjaga. Yang rajin dan yang malas, masing-masing bisa tetap dihargai sepantasnya, sesuai sumbangan mereka pada peningkatan usaha kelompok. Keempat, berwawasan lingkungan. Ini tidak hanya tentang lingkungan hidup saja, tidak hanya tentang organic dan tidak hanya tentang transgenic. Berwawasan lingkungan dalam arti juga mengutamakan sumberdaya local yang dikelola secara berkelanjutan, memperhatikan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa lainnya, membuka lapangan kerja bagi warga desa, tidak menindas warga desa lainnya serta membuat arah bersama ke masa depan yang lebih baik. Misal, upah bagi siapa saja yang terlibat dalam proses produksi juga tetap diperhitungkan secara layak. Kelompok usaha juga dibangun atas dasar memperkuat kerekatan sosial di masyarakat, dan bukannya menghasilkan oknum-oknum penindas baru. Kelima, melindungi dan bermitra dengan konsumen. Meskipun ini jual beli atau usaha, tidak berarti kelompok usaha tani menghalalkan penindasan atau penipuan kepada konsumen. Tata karma usaha tetap diusung dan dijaga. Konsumen tetap diberikan yang terbaik, penuh kejujuran dan tanpa permainan yang merusak tatanan kehidupan. Misal tentang produk, kemasan, timbangan, kandungan dan sebagainya. Akhirnya, pengalaman Pokja KTB Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah ini hanyalah satu dari banyak pengalaman kelompok-kelompok tani dalam memperjuangkan peningkatan harkat dan martabat petani. Sekali lagi, peningkatan harkat dan martabat petani, ke sanalah seharusnya petani dan juga LSM-LSM pro petani menuju.
Kartasura, 20071204
Muhammad Riza
Ditulis atas undangan Majalah SALAM-LEISA VECO Indonesia (http://salam.leisa.info/), 2007, untuk tema Fair TradePowered by ScribeFire. 
Seorang teman online, melontarkan pertanyaan tentang Etika Berbisnis by Email di milis Komunitas TDA Joglo sbb: > Ketika daku ingin mengembangkan usaha, daku pingin > bisa say hello ke banyak calon pembeli melalui email > karena media yang paling efektif dan murah adalah > email, namun yang jadi permasalahan adalah ketika > email daku nanti malah mengganggu orang yang memang > sekiranya tidak berkenan mendapatkan email. > > Mungkin daku bisa mendapatkan cara untuk > mengenalkan usaha daku tanpa sang empunya email > merasa terganggu. Mohon pencerahannya :) > Salam, > T.....
Saya mencoba sharing sebagai berikut:
Pengalaman pribadi saja Mas T...... Biasanya saya melakukannya dengan beberapa bentuk: - Pasang signature (tandatangan) di bawah nama kita (lihat contoh di bawah nama saya, dimana ada 4 blog).
- Aktif di banyak milis. Tentunya dengan maksud signature kita dilihat orang iseng dan diklik. He he he.
- Bikin tulisan atau komentar terhadap tulisan orang lain, yang salah satu diantara kalimat itu ada link ke web/blog kita. Satu dua kalimat pendek aja cukup. Pake kata ini juga bisa, "... sebagai contoh lihat link berikut http://agrodev.blogspot.com)"
- Buat social network. Saya pake multiply karena bagus untuk social network. Saya nulis di http://tonatan.blogspot.com dan di http://riza6315.blogspot.com dan di http://agrodev.blogspot.com, ketiganya kemudian dapat saya cross posting ke multiply.com sehingga begitu masuk ke multiply teman-teman saya (network) tahu yang saya tuliskan di 3 tempat itu. Kalau mereka tertarik content-nya, tanpa disuruh pasti akan mampir. Konon kabarnya masa depan blog dan web ada pada content. Nah pake aja itu.
- Gunakan referensi orang lain. Ini makanya butuh social interaction, bergabung dengan komunitas, membangun kepercayaan orang lain pada diri kita dan produk kita. Intinya kalau teman kita punya teman yang membutuhkan produk kita, pasti dah akan refer ke kita. ASAL dia ingat dan dia PERCAYA. Nah kira-kira apa yang bisa dilakukan terkait dua kata sakti itu? Komunikasi.
- Apa lagi ya? Wah lali nanti kalo ingat disusulkan, soale kakehan percobaan.
By the way, urusan marketing online dari sisi technology saya pikir tak ada masalah. Ukurannya mudah dan gratis, he he he. Masalah terbesar adalah di-maintenance content. Fix content lebih mudah, tinggal pasang diblog atau web, tinggal. Asal jangan lupa bayar domain sama hosting aja. Dynamic content ini yang butuh orang khusus atau waktu khusus, karena ini yang biasanya menarik orang untuk berkunjung ke tempat kita. Kata kunci di sini adalah menarik, masuk akal dan dapat dipercaya. Di sini perlu persuasive communication. Itu dulu Mas T....., pengalaman pribadi. Salam sukses Riza @ Solo http://agrodev.blogspot.com [Collective Marketing for Farmer's Product] http://tonatan.blogspot.com [ICT for NGOs] http://riza6315.blogspot.com [Just for Farmer] http://riza6315.multiply.com [My Comfort Zone] .... to follow the path, look to the master, follow the master, walk with the master, see through the master, become the master......Powered by ScribeFire.
| |